(0362) 21985
organisasisetda@bulelengkab.go.id
Bagian Organisasi

Warna, Doa, dan Naga: Keunikan Perayaan Tahun Baru Imlek

Admin organisasisetda | 16 Februari 2026 | 124 kali

Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan perayaan sarat makna yang dipenuhi simbol, harapan, dan tradisi turun-temurun. Dalam penanggalan Tionghoa, Imlek menandai awal tahun berdasarkan kalender lunar dan biasanya jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, momen ini menjadi waktu paling penting untuk berkumpul bersama keluarga, memanjatkan doa, serta menyambut harapan baru dengan semangat yang diperbarui.

Perayaan Imlek identik dengan warna merah dan emas. Merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan penolak bala, sementara emas melambangkan kemakmuran. Asal-usul penggunaan warna merah kerap dikaitkan dengan legenda makhluk buas bernama Nian yang konon muncul setiap pergantian tahun dan takut pada warna merah serta suara keras. Karena itulah, petasan dan kembang api menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini—sebuah simbol pengusiran energi negatif dan penyambutan keberuntungan.

Salah satu tradisi paling dinanti adalah pembagian angpao. Amplop merah berisi uang ini diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau mereka yang belum menikah sebagai simbol doa dan harapan baik. Lebih dari sekadar nilai nominal, angpao mengandung pesan keberkahan, rezeki, dan cinta kasih. Tradisi ini mempererat hubungan antargenerasi dan menanamkan nilai berbagi sejak dini.

Keunikan Imlek juga terlihat dalam ragam kuliner yang disajikan. Hidangan tidak dipilih secara sembarangan, melainkan sarat simbol. Ikan melambangkan kelimpahan karena dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” (yu) terdengar seperti “kelebihan” atau “surplus.” Kue keranjang atau nian gao menjadi simbol peningkatan rezeki dan kemajuan hidup. Jeruk mandarin yang berwarna cerah melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Setiap sajian bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga mengandung doa yang terselip dalam setiap gigitan.

Perayaan Imlek juga meriah dengan pertunjukan barongsai dan tari naga. Gerakan lincah barongsai diyakini membawa energi positif dan keberuntungan bagi tempat yang dikunjungi. Tarian naga yang panjang dan meliuk-liuk melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan perlindungan. Di berbagai kota, pertunjukan ini menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol keberagaman budaya yang hidup berdampingan.

Di Indonesia, perayaan Imlek memiliki sejarah yang unik. Pada masa tertentu, ekspresi budaya Tionghoa pernah dibatasi. Namun sejak era reformasi, pemerintah melalui keputusan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam pengakuan dan penghormatan terhadap keberagaman budaya di Indonesia. Kini, perayaan Imlek dapat dirayakan secara terbuka, meriah, dan penuh kebanggaan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Yang menarik, Imlek tidak hanya dirayakan di Tiongkok atau Indonesia, tetapi juga di berbagai negara dengan sentuhan lokal yang khas. Di beberapa tempat, festival lampion menghiasi langit malam sebagai simbol penerangan dan harapan. Di tempat lain, parade budaya menggabungkan unsur tradisional dan modern, menunjukkan bahwa Imlek adalah tradisi yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan makna dasarnya.

Lebih dari sekadar pesta dan kemeriahan, Imlek adalah momen refleksi. Tradisi membersihkan rumah sebelum tahun baru melambangkan membuang kesialan dan membuka ruang bagi keberuntungan. Berkumpul dalam makan malam keluarga pada malam pergantian tahun menjadi simbol persatuan dan keharmonisan. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan modern, Imlek mengingatkan pentingnya akar, keluarga, dan nilai kebersamaan.

Pada akhirnya, Tahun Baru Imlek adalah perayaan tentang harapan. Ia hadir dengan doa-doa yang dipanjatkan dalam bahasa dan simbol yang beragam, namun memiliki inti yang sama: keinginan akan kehidupan yang lebih baik, damai, dan sejahtera. Dalam warna merah yang menyala, dalam suara petasan yang bergemuruh, dan dalam pelukan hangat keluarga, Imlek mengajarkan bahwa setiap awal baru adalah kesempatan untuk memperbaiki, memperkuat, dan memulai kembali dengan keyakinan yang lebih besar.